Menurut Imam al Ghazali di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, akhlak ialah sifat yang tertaman dalam jiwa seseorang, yang dengannya lahir perbuatan hasil dari pancaran hati sanubari dalamannya. Akhlak yang mulia merupakan matlamat yang asasi bagi risalah Islam. Ini dinyatakan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya yang bermaksud:
Akhlak juga merupakan natijah dan tanda dari aqidah yang betul. Tidak ada nilai bagi aqidah atau iman yang tidak disertai oleh akhlaq yang mulia. Akhlaq juga merupakan amalan yang paling berat yang akan diletakkan di dalam neraca hamba pada hari kiamat kelak. Maka barang siapa yang rusak akhlaknya dan buruk amalannya tidak akan dipercepatkan hisabnya. Di dalam Islam akhlak merupakan intipati bagi segala ibadah. Tanpa akhlak hanyalah merupakan adat resam dan gerak laku yang tidak mempunyai nilai apa-apa. Firman Allah SWT :
“Dan dirikanlah solat, sesungguhnya solat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”(QS: al-Ankabut: 45)
Ayat tersebut menerangkan bahwa seseorang yang mendirikan shalat sudah tentulah tidak melakukan perkara-perkara fasad dan mungkar kerana dia memahami arti Din Islam yang sebenarnya.
b. Ruang Lingkup Akhlaq
Apabila perbuatan perbuatan manusia (Syari’ah) dikelompokkan menjadi ibadah dan mu’amalah, maka ruang lingkup akhlaq pun dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu Akhlaq kepada Allah dan Akhlaq kepada manusia.
Akhlaq kepada Allah meliputi selalu menjaga tubuh dan pikiran dalam keadaan bersih, menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar, berempati pada penderitaan orang lain, memperlakukan orang lain seperti memperlakukan diri sendiri dan menyadari bahwa semua manusia sederajat di hadapan Allah.
Akhlaq kepada manusia meliputi selalu menjaga kenormalan pikiran orang lain, menghormati kehormatan dirinya, melindungi harta kekayaannya, tidak merusak tubuh dan nyawanya, bertenggang rasa dengan keyakinan yang dianutnya, sukarela dalam pertukaran barang dan jasa, saling tolong menolong dalam membuat generasi baru, menjamin kecukupan harta bagi keturunan dan bersegera memberi upah kepada pekerja sebelum keringatnya mengering.
c. Kedudukan Akhlaq dalam Pokok Ajaran Islam
Kedudukan Akhlaq dalam ajaran Islam adalah hasil, dampak atau buah dari perbuatan perbuatan (Syari’ah) yang dilandasi keyakinan hati tunduk dan patuh secara sukarela pada kehendak Allah (aqidah). Contohnya jujur pada diri sendiri (Akhlaq) adalah dampak perbuatan puasa (syari’ah) yang dilandasi keyakinan hati(aqidah) bahwa dengan meniru sifat sifat Tuhan seperti tidak makan dan tidak minum menjadikan manusia berempati pada penderitaan orang lain dan jujur pada diri sendiri.


Posting Komentar
tinggalkan komentar kalian disini