Menurut bahasa radikalisme berasal
dari bahasa latin radix, radicis yang
berarti akar dan radicula, radiculae yang artinya akar kecil. Berbagai makna
radikalisme itu mengacu pada kata akar atau mengakar. Dalam kamus besar bahasa
indonesia radikal diartikan sebagai secara menyeluruh, habis habisan, amat
keras menuntut perubahandan maju berpikir atau bertindak.
ð Menurut istilah
Dilihat dari
istilahnya radikalisme memiliki berbagai pengertian tergantung aspek sudut
pandangnya
Dalam sudut
pandang keagamaan mengandung makna paham
keagamaan yang mengacu pada fondasi agama yang sangat mendasar, fanatik
keagamaan cukup tinggi dan sering kali mengggunakan kekerasan dalam aktualisasi
paham keagamaan yang di anut dan di yakininya. Para kelompok radikalisame
menginginkan adanya perubahan atau pembaharuan sosial keagamaan secara mendasar
dengan sistem atau tata nilai baru yang diyakininya. Tidak hanya bersifat
wacana atau pemikiran pada batas batas tertentu paham ini dapat menjelma dalam
bentuk gerakan atau aksi di lapangan.
Menurut Horace M. Kallen radikalisme di tandai
oleh tiga kecenderungan umum
1.
Radikalisme
merupakan respon terhadap kondisi yang sedang berlangsung. Respon tersebut
muncul dalam bentuk evaluasi, penolakan, atau bahkan perlawanan
2.
Radikalisme
tidak henti pada upaya penolakan, melainkan terus berupaya mengganti tatanan
lain. Ciri ciri ini menunjukkna bahwa di dalam radikalisme terkandung suatu
program atau pandangan dunia (world view) tersendiri. Kaum radikalisme berupaya
kuat untuk menjadikan tatanan tersebut sebagai pengganti dari tatanan yang
sudah ada.
3.
Kaum
radikalisme memiliki keyakinan yang kuat akan kebenaran program atau ideologi
yang mereka bawa. Dlam gerakan sosial kaum radikalis memperjuangkan keyakinan
yang mereka anggap benar dengan sikap emosional yang menjurus pada kekerasan.
ð Secara teoritis
Radikalisme
mucul dalam bentuk aksi penolakan, perlawanan, dan keinginan dari komunitas
tertentu agar dunia ini di ubah dan ditata sesuai dengan doktrin agamanya
Pluralisme tetap menjadi
komitmen kita untuk membangun bangsa yang modern yang di dalamnya terdapat
banyak agama dan etnis secara damai. Pluralisme itu sendiri adalah simbol bagi
suksesnya kehidupan masyarakat majemuk.


Posting Komentar
tinggalkan komentar kalian disini